====================================================================
Sex Education bagi para kalangan pemuda di negara Jepang
Berawal dari percakapan iseng-iseng dengan salah seorang kawan karib saya Manda san yang sedang menimba ilmu di Jepang, dan kebetulan dia bekerja part time pada salah satu toko yang berada di daerah Shizuoka, kami sampai pada suatu kesimpulan bahwa kepedulian para kalangan muda di Jepang mengenai sex education sangatlah kurang. Manda san sempat melakukan pengamatan dalam suatu kurun waktu mengenai penjualan alat pengaman (baca: kondom red.) yang biasanya banyak digunakan oleh para pasangan dalam melakukan hubungan seksual. Dari pengamatan ini dapat disimpulkan bahwa penjualan terhadap alat pengaman/kondom di toko pada daerah tersebut sangatlah rendah.
Berangkat dari keprihatinan bahwa pada saat sekarang ini banyak terjadi kehamilan di luar nikah pada para wanita di Jepang, membuat saya berfikir bahwa hal ini patut untuk diangkat ke permukaan. Seperti halnya di
Berdasarkan cerita dari Manda san pula saya mengetahui bahwa sosialisasi terhadap penggunaan alat pengaman dalam melakukan hubungan seksual pada masyarakat Jepang sangatlah kurang. Hal ini ditandai dengan hampir tidak adanya iklan komersial di televisi maupun di media
Mengapa hal ini bisa terjadi di Jepang ? apakah latar belakang kehidupan masyarakat di Jepang merupakan salah satu faktor yang menyebabkan terjadinya pen-tabuan untuk mensosialisasikan hal tersebut. Ataupun karena memang kesadaran masyarakat Jepang mengenai sex education sangatlah rendah ? Hal ini patut kita sayangkan. Karena dalam suatu negara yang maju, pola pikir masyarakatnya pun harus maju. Bagaimana caranya ? Ini bukanlah pekerjaan rumah untuk para pemimpin negara, namun merupakan PR yang harus diselesaikan oleh rakyatnya sendiri. Bagaimanakah caranya ?
Pertama kali yang harus dilakukan adalah, bagaimana caranya dapat melakukan suatu koordinasi antara badan-badan yang bertanggung jawab dalam hal kepemudaan, yang kiranya dapat merangkul para kaum muda di Jepang sana. Supaya mereka paham dan sadar benar akan bahaya-nya melakukan seks di luar nikah, ataupun kalaupun mereka memang termasuk orang-orang yang melakukannya tersebut, mereka harus tahu resiko yang akan didapatkan kalau mereka melakukan perbuatan tersebut tanpa pengetahuan seksual yang cukup dan juga mengenai masalah kehigienisan.
Mungkin keprihatinan kita belum tentu didengar atau diberikan perhatian yang khusus oleh para pihak yang terkait, namun atas nama solidaritas kemanusiaan, saya rasa sebagai orang-orang yang paham benar akan bahaya-nya melakukan perbuatan yang tidak dapat dipertanggungjawabkan, tentu hanya akan menyebabkan masalah baru di kemudian hari.