Kiki's photo album

Jumat, 07 Mei 2010

Kelakuan ekspatriat "nakal"

Ada cerita lucu ketika saya naik taksi di seputaran jalan Sabang. Sang supir taksi tiba-tiba bercerita bahwa dia sangat tidak suka apabila taksi-nya ditumpangi oleh para WNA, terutama yg berasal dari Nigeria. Usut punya usut, ternyata para WNA itu punya kebiasaan yang buruk, seringkali mereka meminjam uang si supir taksi, dengan alasan bahwa mereka tidak punya rupiah, dan minta diantar ke Money Changer (ada istilah yg biasa mereka ucapkan, tapi saya lupa persisnya apa, Money Changa-- kalo ga salah,,). Namun ternyata setelah diantar ke money changer, tiba-tiba para WNA-nya tidak kembali, alias kabur lewat pintu belakang.

Rupanya modus operandi ini sering terjadi, makanya para supir taksi yang biasa beroperasi di daerah Sabang, Sarinah, Jaksa dan sekitarnya biasanya tidak akan mau berhenti kalau dihentikan oleh para WNA "nakal" ini, walapun kadang taksinya terpaksa berhenti karena macet atau lampu merah, sehingga mereka bisa memaksa masuk taksi. Ternyata mereka tak kalah pintarnya, karena tahu taksi tidak akan berhenti, biasanya mereka menyuruh satpam atau tukang parkir untuk memberhentikan taksi, biar tukang taksinya kecele :p

Selain itu para WNA ini kalau bicara di taksi dengan temennya seperti orang berantem kata sang supir taksi, "Saya sering setel radio kenceng-kenceng mbak, soalnya bete denger orang ngobrol kaya orang berantem !", karena saking "toa-nya" volume suara mereka..

Ternyata tukang taksi pun milih-milih penumpang hehe :p


NB : penulis tidak bermaksud ada konten SARA pada catatan ini..

Yahoo 検索