Kiki's photo album

Senin, 28 Mei 2012

Let’s get lost : Japan ( Part 3 : Osaka)


Saya sampai di Osaka tengah malam. Karena sudah tidak ada subway tengah malam, dan sepertinya tidak bisa menumpang tidur di stasiun, katanya sekarang kalau menumpang tidur di stasiun bisa ditangkap polisi, akhirnya saya memutuskan untuk naik taksi saja ke apartemen teman kuliah saya, Kristin. Kalo kata penulis buku yang saya baca, naik taksi di Jepang itu sama saja dengan mengacaukan rencana traveling di Jepang, karena mahal sekali argo buka pintunya. Travelmate saya juga sudah memperingatkan, jangan sampai naik taksi argonya malah lebih mahal daripada harga sewa kamar. Pas buka pintu taksi saya lihat argonya mulai dari 600 JPY. Saya tanya jarak dari stasiun sampai lokasi yang saya tuju berapa jauh, kata supir taksi sekitar 10 menit *makin lemes. Ternyata supir taksi tidak tahu lokasi persis gedung apartemennya, sehingga saya minta turun di stasiun terdekat. Argo yang saya bayar sebesar 1,500 JPY.
Suhu di Osaka tengah malam sangat dingin sekali. Kata teman saya, cari gedung yang paling tinggi. Setelah saya keliling bolak balik, masih nggak ketemu gedung apartemennya. Hingga akhirnya ada  toko minimarket Lawson yang buka 24 jam, saya masuk ke sana. Kalau masih nggak ketemu, lebih baik menunggu hingga pagi di Lawson saja. Saya bertanya kepada kasir apakah ada telefon umum, dia bilang tidak ada. Saya lalu menanyakan apakah dia tahu letak apartemen yang saya cari, dia lalu mengeluarkan peta, ternyata letaknya 1 blok di belakang Lawson. Akhirnya ketemu juga apartemen yang dicari. Namun saya tidak mengerti cara masuk ke dalam apartemen, harus memencet beberapa tombol supaya pintunya terbuka. Tak lama kemudian, keluarlah seorang wanita dari pintu keluar apartemen tersebut, saya minta tolong mau pinjam HP-nya untuk menelefon teman saya. Eh dikasih pinjam, malah saya juga diantar sampai depan pintu kamar apartemen teman saya tadi. Baik sekali ya wanita ini. Untungnya saat itu Kristina memang lagi bangun tengah malam karena sedang menyusui baby-nya, jadi saya tidak menggangu tidurnya. Sayangnya kedatangan saya di Osaka berbarengan dengan habisnya liburan tahun baru si Kristin, sehingga dia tidak bisa mengantar saya keliling Osaka.
Keesokan harinya, berbekal hand phone yang dipinjamkan Kristin, dan panduan arah dari Kristin dan Yos serta peta yang saya pegang, saya keliling Osaka sendirian. Setelah sempat nyasar karena salah naik subway, akhirnya berada pada jalur yang benar. Saat di subway, tiba-tiba ada seorang pria arab (ganteng) yang menghampiri dan bertanya apakah saya nyasar karena megangin peta melulu, dan apakah saya berasal dari Indonesia. Bukan main terkejutnya, lagi di negri orang, masih ada saja yang tahu bahwa saya orang Indonesia. 


Tempat pertama yang saya tuju adalah : Yodobashi camera, merupakan tempat penjualan elektronik terbesar di Osaka. Setelah puas cuci mata, saatnya makan siang. Salah satu kuliner yang terkenal di Jepang adalah restoran Korea yang dimiliki oleh orang Korea asli yaitu di Tsuruhashi Korean Market (kampung dan pasar tradisonal orang korea, banyak yang jual kimchi), akses bisa dengan LOOPline juga. Bentuk restorannya seperti rumah biasa saja. Saya sempat parno ketika dibawa masuk ke ruangan atas rumah itu, ternyata  restoran tersebut memang berada di lantai 2, sedangkan lantai bawahnya merupakan rumah hunian biasa. Makanan khas Korea, Kimchi, kurang mantap rasanya di lidah saya, karena terlalu manis. Ibu-ibu Korea yang punya rumah bertanya asal saya dari mana, sepertinya jarang bertemu dengan orang Indonesia (disangka liburan kuliah). Selesai makan siang, saya segera menuju Osaka castle naik subway. Taman di sekitar Osaka castle sangat bersih, seperti umumnya taman-taman kota di Jepang. Sungai yang mengalir di tengah-tengah taman juga airnya sangat bersih, benar-benar nyaman berkeliling ke sana ke mari. Saat di sana saya bareng dengan rombongan orang-orang yang saya duga berasal dari Laos ( dari bahasanya), karena raut mukanya plek sama dengan orang Indonesia kebanyakan, mereka juga ngeliatin saya, dan menebak-nebak apakah saya serumpun dengan mereka (liat-liatan deh). Setelah berjalan cukup jauh ke dalam, akhirnya sampai di castle. Kastil ini berdiri kokoh sekali, seperti yang biasa saya lihat di gamba-gambar. Karena keterbatasan waktu, saya tidak masuk ke dalam castle, hanya berfoto di depannya, dan di taman sekitarnya. Hari mulai senja, saya bergegas menuju area perkantoran di sungai sebrang kastil. Ketika masuk ke dalam gedung untuk naik tangga penyebrangan, tidak sengaja melihat kantor pos. Saya lalu masuk untuk membeli perangko, ternyata ada ATM , saya coba ambil uang dengan kartu BCA, ternyata bisa, syukurlah. Pepohonan di sekitar perkantoran ini masih banyak yang berwarna merah, sisa-sisa musim gugur, indah sekali warnanya. 
Taman di Osaka Castle

sungai di Osaka castle

Pintu gerbang Osaka castle


Papan nama Osaka castle


Sakura

tanda jalan untuk tuna netra

Mengejar waktu, saya segera menuju stasiun, naik kereta menuju Universal Studio Jepang, naek JR Loopline jalur 1 ke arah shijonawate nanti ganti jalur kereta ditengah yang arah ke Universal city station, tapi kadang2 ada yg langsung k USJ juga. Sampai USJ saya hanya hendak berfoto di depan globe Universal Studio yang merupakan icon di semua US. Saya memang tidak niat masuk ke dalam untuk main wahana, karena udara sangat dingin menggigill. Ternyata banyak juga anak muda Jepang yang minta tolong difotoin di sana. Ketika hendak membeli souvenir khas USJ, sayangnya tidak bisa , karena tokonya hanya ada di dalam, kita harus beli tiket dulu.   

Universal Studio japan

Puas berfoto ria, saya mengejar kereta menuju area pertokoan dekat Kedutaan Indonesia di Osaka, mampir dulu ke Zara , lihat-lihat harga barag-barangnya rata-rata harganya setengah daripada Zara di Jakarta. Sayang tidak ada waktu mampir ke toko Uniqlo yang tokoknya termasuk yang terbesar di Osaka. Puas cuci mata, saya janjian melihat illumination dengan Kristin di Midosuji, akhirnya bisa jalan-jalan dengan Kristin walau cuma sebentar. 

Illuminations Midosuji
"Illuminations Midosuji", adalah menghias pohon gingko di sepanjang jalan Midosuji Street dengan lampu terang , yang diperpanjang hingga  500 m pada tahun ini, menjadi sekitar. 1.9 km, yang merupakan Illumination terpanjang di Jepang. Menggunakan LED dari "Midosuji kuning" yang melambangkan warna gambar musim gugur gingko, dan "cherry" yang terang, pemandangan yang indah ini tak tertandingi di mana pun di dunia ini, yang diciptakan dengan iluminasi dari "Colonnade cahaya" pada batang gingko kokoh dan "Stardust" yang berserakan di cabang-cabang . Silakan lihat di iluminasi baru, yang didekorasi dengan warna putih dan merah, melambangkan bendera nasional Jepang, dan sebagai bentuk doa untuk pemulihan di daerah bencana Tohoku.

Tempat Midosuji: Osaka persimpangan ~ Shinbashi persimpangan
1 chome, Nakanoshima, Kita-ku, Osaka ~ Minami-Semba, Chuo-ku, Osaka

Malam terakhir di Osaka, stelah re-packing, akhirnya saya meninggalkan beberapa pakaian yang tidak perlu di apartemen Kristin, semoga nanti dibawa ketika Kristin pulang ke Indonesia (ngarep). Keesokan paginya, saya berangkat pagi-pagi buta diantar oleh Kristin ke stasiun kereta, mengejar Shinkansen ke Shizuoka.


- Shin-Osaka --> Shizuoka
6 Jan, jam 6 : 08 AM - 8: 10 AM Hikari 504

 Terima kasih untuk Kristin dan adik-adiknya atas masakannya dah keramahtamahannya ^^.

Osaka (akses bisa nake JR line (New Rapid/ Rapid), Hankyu Line, Hanshin line (Express Train) dari Sannomiya stasiun)

- Osaka Station (JR Stasion) atau nama lainnya Umeda (nama wilayahnya)
- Yodobashi Camera (seberang JR Sation)
- Umeda Skybuilding
- Yodoyabashi (yodoyabashi Station Midosuji subway line *satu stasiun setelah umeda)

1. Spotnya Japan Bank
2. Midosuji Street
3. Osaka Central Office 
4. Nakanoshima river

Semua spot di sini juga bagusnya pada malam hari, karena city view dan suasana di tepi sungai

Shinsai bashi (Midosuji subway line) 


1. Spotnya pusat pertokoan antara honmachi hingga namba panjangnya hampir sekitar 5km

2. Patung Glico
3. Kehidupan malam di Osaka
4. Patung Kepiting gede
5. Kantor Konsulat Jendral Indonesia Osaka
*catatan daerah ini aktif sampe jam 8 malam, krn pertokoannya pada tutup, tinggal night club dan izakaya aja yg masih buka
5. Namba (namba Sation, Namba Park)
6. Pusat elektronik Nipponbashi (jam aktif Cuma mpe jam 7 malam)

    Osaka Castle (akses dr JR Osaka Station LOOPLINE jalur 2 yg arah ke  Tsuruhashi)
    Tsuruhashi Korean Market (kampung dan pasar tradisonal org korea, banyak yang jual kimchi) akses bisa dengan LOOPline juga
    USJ Osaka (naek JR Loopline jalur 1 ke arah shijonawate nanti ganti jalur kereta ditengah yg arah ke Universal city station, tapi kadang-kadang ada yang langsung ke USJ)

6 komentar:

  1. memang sangat asyik liburan di osaka kebetulan saya baru pulang dari sana pas waktu musim sakura lagi sedang mekar

    BalasHapus
  2. wah senangnya bisa ngeliat sakura lagi mekar, salam kenal ya sis ^^

    BalasHapus
  3. Permisi boleh nanya nggak bgaimana cara mengambil uang lewat atm dari kantor pos jepang itu?

    BalasHapus
  4. cara ambil uangnya kaya ambil dari mesin ATM biasa di Indo aja sis, yg penting atm-nya ada tulisan maestro/cirrus-nya.

    BalasHapus
  5. Hi,

    Mau tanya donk, si JR Pass yg dibeli sejak dari Jakarta itu benar-benar bisa dipakai untuk semua transportasi JR dan buses di hampir seluruh kota di Jepang kah ? Karena sebelumnya saya baca, Kiki ada beli Kyoto Pass, apa si JR Pass tidak berlaku di Kyoto atau bagaimana ya ?
    Mohon bantuan penjelasannya yaa, lg bingung mau beli JR Pass atau tidak dengan rute perjalanan Nagoya-Tokyo-Kyoto-Osaka-Nagoya.

    Thank you :)

    Regards,
    Mya

    BalasHapus
    Balasan
    1. @Mya, kl naik bis yg ada tulisan JR Pass, maka bisa naik semua bis/kereta yg ada di Jpg. Kl nggak ya kudu beli.

      Hapus