Kiki's photo album

Selasa, 11 September 2012

Less than 24 hours in Ujung Genteng


Pangumbahan beach

                                              
                                                           Hanya 24 jam di Ujung Genteng

Weekend getaway akhir libur lebaran kemarin, kami para pecinta wisata kuliner dan jalan-jalan , berakhir pekan di Ujung Genteng , Jawa Barat.

Perjalanan ke Ujung genteng dari Jakarta cukup lancar, aksesnya lumayan bagus, tidak seperti yang saya perkirakan sebelumnya, karena banyak yang bilang akses jalan raya ke sana cukup parah.Berangkat Jum'at jam 8 malam, dengan rute ke UG : Jakarta - Cibadak - Pelabuhan Ratu - Surade - Ujung Genteng. Kami sempat berhenti sebentar setelah melewati Cibadak, untuk meluruskan kaki dan mencari toilet. Rupanya hawa di luar sangat dingin, katanya sih anginnya dingin karena hembusan angin dari Australia yang terasa sampai Ujung Genteng. Selidik punya selidik, rupanya Ujung Genteng dekat dengan pulau Christmas yang termasuk teritorial negara Australia  Jadi lebih baik membawa baju penghangat untuk penangkal hawa dingin.

Kami sampai penginapan di pondok Hexa jam 3 pagi. Dikarenakan bungalow yang kami book baru kosong jam 12 siang keesokan harinya, maka untuk sementara kami diinapkan di kamar kosong yang ada.

Pondok Hexa berada di pesisir pantai Ujung Genteng, ditengah-tengah sejumlah objek wisata yang akan kita kunjungi disepanjang pantai Ujung Genteng, untuk melihat sunrise, dan pantai Pangumbahan untuk melihat penangkaran penyu dan sunset. Kecuali Curug Cikaso yang jaraknya agak jauh, kira - kira satu jam perjalanan dari pantai Ujung Genteng (satu jam di daerah itu artinya benar-benar jauh jaraknya, bukan satu jam ala Jakarta yang banyak macetnya). Rencananya sih paginya mau mengejar sunrise, namun apa daya karena terlalu letih perjalanan selama 8 jam di mobil, kami semua bangun kesiangan. 

Cikaso waterfall port

dry waterfall

















Siang harinya kami menuju curug/air terjun Cikaso yang letaknya kurang lebih sejam perjalanan dari penginapan. Air sungai yang berwarna kehijauan mengingatkan saya kepada air sungai di Green Canyon. Sewa perahu kecil Rp 50,000.- (yang ternyata harusnya Rp 30,000.- saja), untuk kapasitas 10 -12 orang, menuju air terjun Cikaso. Sayangnya kata tukang perahu, saat itu sedang musim kemarau karena sudah lama tidak turun hujan sehingga air terjunnya kering, gagal deh rencana main air. Namun ternyata curug Cikaso tersebut masih layak dikunjungi karena kita malah bisa tidur-tiduran di atas batu putih dengan latar belakang air sungai kehijauan yang warnanya sangat indah.

Selesai berpanas-panas ria naik turun perahu di curug Cikaso, untuk melepas  dahaga bisa  minum es kelapa muda yang menyegarkan  dari batoknya di warung terdekat, dengan harga Rp 5,000/butir.

Sesudah makan siang dengan menu sea food yang enak dekat penginapan, dengan men-skip pantai ombak tujuh di mana merupakan lokasi surfing terbaik di Ujung Genteng karena kejauhan, kami check in dulu. Menunggu sore untuk melihat sunset di pantai Pangumbahan yang merupakan lokasi konservasi penangkaran penyu. 






Letak pantai Pangumbahan kurang lebih 30 menit perjalanan dengan kendaraan dari pondok Hexa. Cuma dikarenakan banyaknya turis domestik yang juga ingin menikmati sunset di Pangumbahan, menyebabkan lalu lintas menuju ke sana cukup macet. Karena akses jalan berpasir dan kecil, sehingga menghambat kecepatan mobil. Setiba di pantai, semua orang berdiri di belakang tali rafia yang dipasang oleh petugas pelepas tukik, supaya tertib, dan tidak menghalangi jalannya tukik yang akan dilepas ke bibir pantai. Melepas tukik yang sudah siap umur untuk dilepas ke lautan lepas, dengan diiringi pemandangan sunset bak lukisan alami yang sungguh indah di pantai Pangumbahan, benar - benar merupakan pengalaman yang tak terlupakan.

Sayangnya karena keterbatasan waktu , hari minggu pagi kami sudah harus pulang ke Jakarta. Berangkat jam 03.30 pagi, sampai tol Jagorawi jam 09.00 pagi, hanya 5 jam perjalanan saking ngebutnya.Kalau mau puas mengelilingi semua tempat wisata di Ujung Genteng, minimal harus punya waktu seminggu di sana.

                                                   Less than 24 hours in Ujung Genteng

Eid Mubarak holiday weekend getaway, we went to Ujung Genteng, West Java. The journey  from Jakarta to Ujung genteng quite smoothly, the access pretty good, not as I thought before, like many other said. Start at 8 PM on friday, the route : Jakarta - Cibadak - Pelabuhan Ratu  - Surade - Ujung Genteng. We had stopped after passing Cibadak, to stretch our legs and looking for toilet. Unfortunately the weather outside was very cold, the wind was cold because it came from Australia. Apparently Ujung Genteng close enough to Christmas Island which is  in Australia territorial, so better bring warm clothes
.

We reached Hexa lodge at 3 o'clock in the morning. Hexa lodge is located at the Ujung Genteng beach, in the midst of a number of attractions that we visited along Ujung Genteng beach, where to see sunrise, and the  Pangumbahan beach to see turtle hatchery and see sunset, unless curug Cikaso that about an hour's drive from the Ujung Genteng beach. Our plan is to pursue sunrise morning, but being too tired traveling for 8 hours in the car, we all got up late. That day we headed to Cikaso waterfall which is located approximately an hour drive from the inn. Greenish river water reminds me of river water in Green Canyon. We rent a small boat : Rp 50,000. - (which was supposed to be Rp 30,000. - only), for a capacity of 10 -12 people, to the Cikaso waterfall. Unfortunately the boatman said, at that time was dry season, because it had not rained for quite a long time, so the waterfall went dry. But apparently Cikaso waterfall is still worth to be visited because the greenish water color is very beautiful. After a hot fun boat ride down the waterfall Cikaso, we drink a refreshing coconut ice from the shell in a stall nearby,  Rp 5,000.- / pcs.

After lunch with a delicious seafood menu, we are check in and took a rest in Hexa and waiting for the afternoon to see the sunset in the  Pangumbahan beach, which is the site of turtle conservation.  Pangumbahan beach about 30 minutes away by car from Hexa. The tourists who also want to enjoy the sunset at Pangumbahan, causing traffic jams to get there. Arrived at the beach, everyone stood behind a rope that attached by the officer, we stand there and watch the officer who hold a bucket  with turtles inside, to be released to the seashore, into the open sea. The sunset natural landscape looks like a painting, very beautiful, what unforgettable experience.

Unfortunately we had to go home to Jakarta on sunday morning. Departing at 3:30 AM, we reached Jakarta at 09.00 Am, only 5 hour drive (he drive like crazy). If you want to have more experience in Ujung Genteng, at least must stay a week there.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Yahoo 検索